Beda Buka Puasa Muhammadiyah-NU: Pilih Makan Dulu Baru Sholat atau Sholat Dulu Tapi Mikirin Makan
KURUSETRA -- Salam Sedulur.. Suatu ketika dua saudagar berbeda organisasi hendak menikahkan anak-anaknya. Keluarga calon mempelai pria dari Muhammadiyah, sementara keluarga calon mempelai perempuan dari NU.
Lamaran digelar pada 9 Ramadhan pukul 16.45 selepas Ashar. Tak lama setelah lamaran, adzan Maghrib berkumandang dan semua orang pun membatalkan puasa dengan air dan tiga butir salak pondoh.
BACA JUGA: Gagal Kalahkan VOC di Batavia, Tentara Sultan Agung Kerajaan Mataram Bangun Masjid untuk Berdakwah
Selesai membatalkan puasa, pihak calon mempelai pria yang Muhammadiyah langsung bersiap-siap shalat maghrib. Usai shalat, baru mereka makan.
Pihak calon mempelai wanita yang NU beda lagi. Mereka bukannya langsung shalat maghrib, melainkan segera mengambil piring dan menyantap hidangan. Selesai makan dengan cukup, baru mereka shalat maghrib.
BACA JUGA: Humor Gus Dur: Pendeta Baptis Mobil Kiai, Dibalas Kiai Sunat Motor Pendeta
Serampung semua shalat-makan serta makan-shalat, kedua sodagar calon besan itu kembali berdebat. “Kok sampeyan tadi gak langsung sholat malah makan duluan?” tanya sodagar Muhammadiyah. “Gak bener itu urutannya.”
“Lah sampeyan yang gak bener,” sanggah sodagar yang NU. “Habis adzan kok langsung shalat.”
“Lho ya memang harus mengutamakan shalat.”
“Nggak. Sunnahnya adalah menyegerakan berbuka.”
BACA JUGA: Asal Usul Nama-Nama Tempat di Jakarta: Dari Ancol Sampai Kampung Ambon
“Ya takjil saja, bukan makan besar.”
“Justru harus makan besar. Yang penting saat makan kita ingat sholat. Daripada sampeyan, sholat sambil ingat makan.”
“Siapa yang sholat ingat makan? Saya ndak. Sampeyan itu lho hampir kehabisan waktu Maghrib.”
“Lho Maghrib masih panjang. Sampeyan itu, malah gak kebagian gule kikil dan ayam ingkung.”
BACA JUGA: Humor NU: Orang Muhammadiyah Ikut Tahlilan Tapi Gak Bawa Pulang Berkat, Diledek Makan di Tempat Saja
“Lha ya ndak apa-apa, cuma gule dan ingkung.”
“Haya ndak bisa bilang ‘cuma gule dan ingkung’ gitu. Ini kan akses ke sumber daya.”
“Memang kenapa?”
“Lho kok kenapa. Akses ke sumber daya adalah penting untuk kemaslahatan umat. Kok bisa sampeyan anggap ndak penting? Gitu kok ngakunya Islam modernis yang rasional. Rasional kok mengabaikan sumbe rdaya ”
BACA JUGA ARTIKEL MENARIK LAINNYA:
> Siapa Sebenarnya Siti Latifah Herawati Diah, Sampai-Sampai Sosoknya Jadi Google Doodle
> Gus Baha: Rokok Haram, Tapi...
> Humor Gus Dur: Di Pesantren Santri Dilarang Merokok, Kalau Kiai Boleh
> Humor Santri: Saking Saktinya, Pendekar Madura Sunat "Burung" Seekor Nyamuk
> Humor NU: Orang Muhammadiyah Ikut Tahlilan Tapi Gak Bawa Pulang Berkat, Diledek Makan di Tempat Saja
> Berburu Janda Pejabat Belanda di Batavia, Orang Tionghoa Cari PSK di Mangga Besar
TONTON VIDEO PILIHAN UNTUK ANDA:
.
.
CEK DAN SIMPAN JADWAL PUASA RAMADHAN DARI KURUSETRA:
.
.
Ikuti informasi penting seputar berita terkini, cerita mitos dan legenda, sejarah dan budaya, hingga cerita humor dari KURUSETRA. Kirim saran dan kritik Anda ke email kami: kurusetra.republika@gmail.com. Jangan lupa follow juga Youtube, Instagram, Twitter, dan Facebook KURUSETRA.